BatamZona Headline

Amsakar Hadapi Emak-Emak Sengkuang, Dengar Langsung Jeritan Soal Air di Depan Gedung BP Batam

36
×

Amsakar Hadapi Emak-Emak Sengkuang, Dengar Langsung Jeritan Soal Air di Depan Gedung BP Batam

Share this article
banner 468x60

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang masuk kategori stress area dalam distribusi air bersih, termasuk Kelurahan Tanjung Sengkuang. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian utama BP Batam dalam penanganan harian.

“Area-area ini setiap hari kami tangani dengan langkah cepat. Distribusi terus kami upayakan sebagai bentuk komitmen kami kepada masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Waduk Mengering, BP Batam Akui Ketahanan Air Hanya Tersisa 4 Bulan Lagi

Sebagai langkah darurat, BP Batam telah mengerahkan armada tangki air untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Amsakar memastikan distribusi air melalui tangki akan terus dilakukan hingga pasokan air kembali normal.

“Jika terjadi kekurangan, distribusi tangki air akan kami dorong langsung ke rumah-rumah warga,” katanya.

Dalam orasinya di depan Gedung BP Batam, warga menyampaikan bahwa krisis air di Sengkuang telah menyentuh aspek kemanusiaan paling mendasar. Oncu, warga RT 02/RW 012 Tanjung Sengkuang, mengungkapkan bahwa kesulitan air bahkan terjadi saat mengurus jenazah.

BACA JUGA:  Polda Kepri Bongkar Penyelundupan 80 Ton Daging Ilegal & Ribuan Barang Bekas Asal Singapura

“Ini bukan lagi soal mandi atau mencuci. Untuk memandikan jenazah saja kami harus minta bantuan agar ada air. Ini fakta di lapangan,” teriaknya.

Kekecewaan warga juga diarahkan kepada pemerintah yang dinilai hanya hadir saat momentum politik. Ironisnya, meski air tidak mengalir, tagihan air tetap berjalan setiap bulan, sehingga warga merasa dirugikan secara ekonomi. Mereka mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan, termasuk melalui DPRD Kota Batam, namun belum melihat solusi konkret.