Selain dukungan di laut, Amsakar menjelaskan bahwa nelayan dan warga Tanjung Banon lainnya akan menerima jaminan aset di darat. Pemerintah telah menyiapkan paket kompensasi dan fasilitas berupa:
Kepastian Lahan: Penyerahan lahan seluas 500 meter persegi per keluarga.
Rumah Layak Huni: Pembangunan hunian yang siap ditempati dengan akses layanan publik terintegrasi.
Food Estate: Bagi warga yang juga bertani, sistem food estate modern disiapkan untuk mengatasi keterbatasan lahan di wilayah baru.
Amsakar menyadari bahwa kekhawatiran masyarakat muncul akibat kurangnya informasi. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan pembangunan Tanjung Banon terletak pada efektivitas komunikasi pemerintah yang tidak lagi sekadar memberi instruksi, melainkan mengajak bicara.
“Yang paling penting adalah bagaimana kami mentransformasikan kebijakan kepada masyarakat agar kondisi di lapangan tetap kondusif. Komunikasi yang kami bangun harus partisipatif, agar masyarakat merasa dilibatkan dan menjadi bagian utama dari ekosistem ekonomi baru ini,” tegasnya.













