Hot NewsInternasional

AI Picu Perlambatan Rekrutmen dan PHK, Bos The Fed Akui Dampaknya Paling Terasa di Perusahaan Besar

29
×

AI Picu Perlambatan Rekrutmen dan PHK, Bos The Fed Akui Dampaknya Paling Terasa di Perusahaan Besar

Share this article
Pencari kerja. (ilustrasi)
banner 468x60

Namun, di sisi lain, adopsi AI juga memunculkan kekhawatiran luas, mulai dari ancaman terhadap lapangan kerja, ketimpangan keterampilan tenaga kerja, hingga risiko investasi teknologi yang tidak tepat sasaran.

Meski diwarnai kekhawatiran, Kashkari mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan kini mulai merasakan manfaat nyata dari investasi AI. Bahkan, perusahaan yang sebelumnya skeptis terhadap teknologi ini mulai mengandalkan AI dalam operasional mereka.

BACA JUGA:  Tragedi Longsor TPA Bantargebang: 3 Warga Tewas Tertimbun, Evakuasi Terganjal Cuaca Ekstrem

“Tidak diragukan lagi ada sejumlah investasi yang salah atau keliru. Namun ada banyak cerita dari bisnis yang menggunakan AI dan melihat peningkatan produktivitas yang nyata,” jelasnya.

Ia menambahkan, banyak pelaku usaha yang dua tahun lalu meragukan efektivitas AI, kini justru mengakui teknologi tersebut telah menjadi bagian penting dari proses bisnis mereka.

BACA JUGA:  Canggih! BNPB-Undip Jajaki Robot Kecoa Madagaskar untuk Cari Korban Gempa di Reruntuhan

Fenomena ini menandai babak baru dalam dinamika pasar tenaga kerja global. Di satu sisi, AI membantu perusahaan menekan biaya dan meningkatkan efisiensi. Di sisi lain, teknologi ini memperlambat pembukaan lowongan kerja baru dan meningkatkan risiko pengurangan tenaga kerja, terutama di perusahaan besar.

Ke depan, tantangan utama bukan hanya soal ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga kesiapan tenaga kerja dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi. Tanpa peningkatan keterampilan yang sejalan dengan perkembangan AI, tekanan di pasar tenaga kerja diperkirakan akan semakin kuat.