PerspektifPolitikZona Headline

Kisah Prabowo Subianto, Selalu Menolak Kalah di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019

608
×

Kisah Prabowo Subianto, Selalu Menolak Kalah di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019

Share this article
Prabowo Subianto. (foto: ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Prabowo Subianto untuk ketiga kalinya maju dalam kontestasi pemilihan presiden. Tak tanggung-tanggung pada Pemilu 2024 ini Prabowo menggandeng anak sang rival yang menumbangkannya di dua Pilpres 2014 dan 2019.

Kini, Prabowo berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka anak dari Joko Widodo rivalnya yang begitu digdaya di dua Pilpres sebelumnya. Gibran disebut-sebut media asing dengan julukan ‘Nepo Baby’, dimana pencalonannya yang penuh kontroversial.

BACA JUGA:  Anomali Logistik Rp8,4 Triliun: Mengapa Narkoba Raksasa Diselundupkan Bersama Rokok Ilegal di Perairan Kepri?

Pemilu kali ini pun diprediksi seru. Ada tiga calon yang akan bersaing. Prabowo-Gibran harus mengalahkan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Namun flahsback ke Pemilu sebelumnya pada 2014 dan Pemilu 2019. Dua kali Prabowo kalah dalam Pilpres, dua kali juga Prabowo menolak hasil kekalahannya yang diumumkan KPU.

Pilpres 2019

BACA JUGA:  Gusur Warga di Tengah Isu Mundurnya Investor, Proyek Rempang Eco-City Tuai Kecaman

Para Pilpres 2019, Prabowo dan Sandiaga Uno kala itu berduet. Mereka melawan Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

Prabowo-Sandi memakai nomor urut 02 dalam pemilu 2019, sama dengan nomor urutnya Prabowo-Gibran pada 2024 ini.

Sementara Jokowi-Ma’ruf dengan nomor urut 01 akhirnya memenangkan Pilpres.

Saat itu, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak seluruh hasil Pemilu dan Pilpres 2019 karena mereka menilai penuh dengan kecurangan yang tidak diselesaikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

BACA JUGA:  Breaking News: Tumpahan Solar Kembali Terjadi di Simpang Empat Taman Dabo Singkep, Tercatat Sudah Ke-16 Kali