Gudangberita.co.id, Batam – Banyak berita hoaks bermunculan dan bikin heboh. Misalnya terkait kabar kematian siswi SMP 26 Batuaji yang disebut meninggal tak wajar. Ternyata hoaks setelah polisi dan pihak sekolah memastikan hal itu.
Belum lagi, di zaman sekarang ini, berita begitu mudah menyebar dengan adanya media sosial dan kecanggihan mesin pencari. Jika hal tersebut dibiarkan, dikhawatirkan akan membahayakan generasi muda.
Pemerintah juga berupaya untuk mengurangi penyebaran hoaks dengan cara menyusun undang-undang yang di dalamnya mengatur sanksi bagi pengguna internet yang turut menyebarkan konten negatif. Berikut cara yang harus kita lakukan untuk menghadapi suatu pemberitaan:
- Kembangkan rasa penasaranmu setiap saat, jangan langsung menyebarkan suatu berita tanpa mengecek kebenarannya
Menurut Tom Stafford, seorang psikolog dari The University of Sheffield kita mendapat banyak manfaat dengan menjadi lebih ingin tahu atau penasaran. Sementara itu, pendidikan zaman sekarang tidak banyak mencegah pemikiran masyarakat terbuka. Justru rasa penasaran terbukti ilmiah bisa membuka pemikiran lebih terbuka. Sehingga, kamu tidak buta hanya dengan satu ideologi saja.
- Berhati-hatilah dengan judul yang provokatif
Seringkali, berita hoaks punya judul yang mengundang sensasi, seperti bersifat menghasut atau provokatif. Bahkan, lebih bahaya lagi, terkadang isinya diambil dari media atau surat kabar resmi.













