Gudangberita.co.id, Natuna – Ruang kelas 5 SD Negeri 004 Sual, Ranai, dipastikan tidak akan pernah sama lagi. Keceriaan yang biasanya mewarnai bangku-bangku sekolah itu kini berganti selimut duka. Dua kursi yang biasanya ditempati oleh Rayyan dan Muhammad Okta Ferdinan (8) kini kosong, meninggalkan lubang besar di hati para guru dan teman sejawat mereka.
Niat hati mengisi hari libur dengan bermain bersama, enam sekawan satu sekolah ini berangkat menuju Pantai Piwang pada Kamis (14/5/2026). Namun, laut Natuna sore itu menyimpan rahasia kelam. Arus kuat dari ceruk tersembunyi menyeret mereka, mengubah tawa riang menjadi perjuangan hidup dan mati yang berakhir pilu.
Kapolsek Bunguran Timur, AKP Nellay Boy, menyebutkan bahwa keenam bocah tersebut merupakan warga Padang Kurak yang sudah sangat akrab satu sama lain. “Mereka satu sekolah, kelas 5 SD di Ranai. Namanya anak-anak lagi libur, mereka kumpul dan pergi main ke Pantai Piwang,” ungkap Boy.
Meskipun informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa anak-anak tersebut pandai berenang, kekuatan alam di area reklamasi Pantai Piwang ternyata jauh lebih besar. Empat dari mereka—Ando, Fathir, Zafarian, dan Radit—berhasil selamat dari maut setelah warga dan tim gabungan berjibaku melawan arus.













