AnambasPeristiwaZona Headline

Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis di Anambas: 153 Orang Tumbang, RSUD Palmatak Overkapasitas

270
×

Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis di Anambas: 153 Orang Tumbang, RSUD Palmatak Overkapasitas

Share this article
Keracunan MBG di Anambas
Ratusan anak-anak pelajar mengalami keracunan MBG di Anambas, Kepulauan Riau.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Anambas – Tragedi kesehatan menimpa warga Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Sebanyak 153 orang, mayoritas pelajar, diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (15/4/2026).

Kondisi darurat ini membuat fasilitas kesehatan di Kecamatan Siantan Tengah kewalahan. Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan memprihatinkan di RSUD Palmatak; karena membludaknya pasien, sejumlah pelajar terpaksa berbagi satu tempat tidur medis (satu kasur untuk dua orang) dengan tangan terpasang infus.

BACA JUGA:  "Aku Merasakan Ada yang Berubah," Curhat Pilu Sahabat Kenang Makan Siang Terakhir Bersama Vita Sebelum Tragedi Batu Ampar

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Anambas, Feri Oktavia, mengonfirmasi bahwa hingga pukul 20.45 WIB, jumlah korban terdampak terus bertambah.

Berikut adalah rincian sebaran penanganan korban:

RSUD Palmatak: 112 orang (30 pasien sudah diperbolehkan pulang).

Puskesmas Siantan Tengah: 41 orang menjalani perawatan intensif.

“Korban bukan hanya pelajar SD dan SMP dari Desa Air Asuk dan Desa Air Sena, tetapi juga ada orang dewasa. Mereka ikut keracunan setelah mengonsumsi makanan milik cucunya,” ujar Feri Oktavia.

BACA JUGA:  Gunakan Bahasa Dayak dan Mandarin, Li Claudia Chandra Pukau Warga Kalimantan Barat di Batam

Para korban yang berasal dari jenjang TK/PAUD, SD, hingga SMP di wilayah Air Nangak dan sekitarnya mulai merasakan gejala tak lama setelah menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu siang. Mobil operasional polisi dikerahkan untuk menjemput warga dari desa-desa terpencil menuju rumah sakit.