Gudangberita.co.id, Batam – Ekonomi Indonesia menunjukkan taringnya di awal tahun 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39% (yoy), sebuah angka yang lebih tinggi dari periode sebelumnya.
Namun, bagi warga di Batam dan kota-kota lainnya, pertanyaannya tetap sama: Apa artinya angka ini untuk isi dompet dan kesempatan kerja?
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam rilis resminya Kamis (19/2/2026), menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang kuat. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa daya beli masyarakat masih terjaga di tengah ketidakpastian global.
Salah satu keputusan krusial BI adalah mempertahankan BI-Rate di level 4,75%. Bagi warga yang memiliki cicilan motor, mobil, hingga KPR, keputusan ini menjadi nafas lega karena potensi kenaikan bunga kredit perbankan bisa ditekan.
Bahkan, BI kini tengah “menyentil” perbankan agar lebih berani menurunkan suku bunga kredit baru yang saat ini masih bertengger di angka rata-rata 8,80%. Dengan bunga yang lebih rendah, sektor riil diharapkan bergerak lebih cepat, yang ujung-ujungnya membuka lebih banyak lapangan kerja baru.
Menjelang Idulfitri 1447 H, BI memastikan inflasi inti tetap rendah di angka 2,45%. Artinya, kenaikan harga barang secara umum masih dalam batas wajar.












