BatamZona Headline

BI Kepri Soroti Pengangguran Tinggi di Batam, Industri Besar Tak Serap Tenaga Lokal, UMKM Terdistorsi Regulasi

56
×

BI Kepri Soroti Pengangguran Tinggi di Batam, Industri Besar Tak Serap Tenaga Lokal, UMKM Terdistorsi Regulasi

Share this article
di Volla Coffee and Roastery Batam Center, Senin (1/12/2025). (Foto: Dok. PWI Kepri)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro, menyoroti paradoks ekonomi Batam yang memiliki industri besar dan kawasan ekspor (FTZ), namun tetap mencatat tingkat pengangguran yang tinggi.

Rony menegaskan perlunya akses kerja lokal yang lebih luas, serta percepatan digitalisasi dan penguatan ekosistem UMKM agar pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepri lebih inklusif.

BACA JUGA:  Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Minta Insan Pers Sikapi Pernyataan Wawako Li Claudia dengan Bijak dan Profesional

Hal ini disampaikan Rony dalam diskusi ekonomi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri di Volla Coffee and Roastery, Batam Center, Senin (1/12/2025). Pertemuan tersebut dihadiri Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani, Ketua Dewan Penasehat Marganas Nainggolan, Ketua Dewan Kehormatan Parna P. Simarmata, dan budayawan Ramon Damora.

Industri Besar Tak Berdampak Maksimal pada Warga Lokal

BACA JUGA:  Bawa Spirit 'DNA Pejuang', PWI Kepri Resmi Dilantik dan Siap Perkuat Sinergi Daerah

Rony mengungkapkan adanya kontradiksi besar di Batam: industri dan tambang gas yang tumbuh pesat ternyata tidak otomatis meningkatkan konsumsi dan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Ekonomi itu bagus kalau inklusif. Kalau ada aktivitas industri besar, masyarakat lokal harus bisa mengakses pekerjaan di sana,” tegas Rony.

Menurut data yang dihimpun BI, tingkat pengangguran di Kepri—khususnya Batam—masih berada pada level yang memprihatinkan, meski Batam menjadi pusat ekspor nasional. Salah satu penyebabnya adalah dominasi industri besar yang kurang terintegrasi dengan rantai ekonomi lokal, sehingga multiplier effect tidak optimal.

BACA JUGA:  Akses Ditembok Kawat, Warga Anggrek Sari Batam Pertanyakan Dugaan 'Penyerobotan' Fasum