harris
TanjungpinangZona Headline

Beras Diduga Oplosan Beredar di Tanjungpinang, Sebagian Besar Asal Batam

1310
×

Beras Diduga Oplosan Beredar di Tanjungpinang, Sebagian Besar Asal Batam

Share this article
Foto: Ilustrasi
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Tanjungpinang – Dugaan peredaran beras oplosan kembali mencuat di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan dan Kehutanan (DP3K) Kota Tanjungpinang, Robert Lukman, menyebut bahwa sebagian besar beras yang diduga dioplos tersebut berasal dari Kota Batam.

Dalam keterangannya, Rabu (17/7/2025), Robert menjelaskan bahwa praktik yang dimaksud bukanlah pencampuran kualitas beras secara fisik, melainkan pergantian kemasan (repacking)—yakni mengubah label dari beras medium menjadi beras premium.

BACA JUGA:  Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, Polres Anambas Pasok 20 Ton Air ke RSUD hingga Tempat Ibadah

“Dugaan beras oplosan itu sebenarnya hanya soal kemasan ulang. Beras medium dikemas ulang menjadi beras premium, dan kebanyakan berasal dari Batam,” ujar Robert.

Repacking Beras: Modus Baru Penipuan Konsumen?

Meskipun tidak ada pencampuran fisik antara jenis beras, praktik penggantian kemasan ini dinilai dapat menyesatkan konsumen, terutama dalam hal harga, kualitas, dan mutu yang dijanjikan oleh label premium.

BACA JUGA:  Sempat Diisukan Lumpuh Akibat Asap, Manajemen Bandara Hang Nadim Batam Akhirnya Buka Suara

Robert mengakui ada belasan distributor beras yang beroperasi di wilayah Tanjungpinang, namun enggan mengungkapkan identitas perusahaan-perusahaan tersebut. Ia menyarankan agar informasi teknis mengenai merek maupun hasil pengawasan dikonfirmasi langsung kepada Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Kepri, sebagai pihak yang berwenang dalam pengawasan mutu dan keamanan pangan.