NatunaZona Headline

Ekspor Ikan Napoleon dan Kerapu Natuna-Anambas Terhenti, Nelayan Rugi Besar Akibat Kebijakan China

1686
×

Ekspor Ikan Napoleon dan Kerapu Natuna-Anambas Terhenti, Nelayan Rugi Besar Akibat Kebijakan China

Share this article

Ketatnya Pengawasan Laut oleh Pemerintah Beijing Hentikan Kapal Dagang Hongkong Masuk Indonesia

Budidaya ikan napoleon di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna. (Foto: dok. Gudangberita/Aulia Rahman)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Aktivitas ekspor ikan hidup jenis Napoleon dan Kerapu dari Natuna dan Anambas, Kepulauan Riau ke Hongkong, mandek sejak Maret 2025. Bukan karena kebijakan pemerintah Indonesia, melainkan akibat kebijakan ketat Pemerintah China yang membatasi akses kapal dagang masuk ke wilayah Hongkong melalui jalur laut.

Menurut Kepala Pangkalan PSDKP Batam, Semuel Sandi Rundupadang, penghentian ekspor ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Beijing dan Hongkong yang disebut berkaitan dengan perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

BACA JUGA:  WNA Malaysia Ditangkap di Batam, Terlibat Eksploitasi Seksual Remaja 16 Tahun di Hotel Penuin

“Pemerintah Beijing memperketat pengawasan barang masuk ke Hongkong karena kekhawatiran adanya penyelundupan lewat laut. Akibatnya, kapal-kapal dari Hongkong tidak lagi menjemput ikan ekspor dari pelabuhan Natuna dan Anambas,” ujar Semuel, Sabtu (31/5/2025).

Dampak ke Nelayan dan Pendapatan Negara

Kondisi ini berdampak langsung terhadap nelayan dan pelaku usaha budidaya ikan di Kepulauan Riau. Banyak dari mereka kini mengalami kerugian besar karena ikan hidup tidak bisa dikirim, sementara biaya operasional terus berjalan.

BACA JUGA:  Naga-Naga Bisnis Kepri Kepung Amsakar Achmad Soal Kepastian Izin di Batam

Ekspor ikan kerapu jenis macan dan kertang dari Anambas lewat jalur udara pun dinilai tidak ekonomis karena tingginya biaya kargo. “Kalau tetap dipaksakan, biaya ekspor tak sebanding dengan harga jual, dan itu bisa membuat usaha bangkrut,” tambah Semuel.