NatunaZona Headline

Proyek Rp 23 Miliar Bakamla di Natuna Disegel Pekerja, Dana Sudah Cair 100 Persen tapi Gaji dan Material Belum Dibayar

3002
×

Proyek Rp 23 Miliar Bakamla di Natuna Disegel Pekerja, Dana Sudah Cair 100 Persen tapi Gaji dan Material Belum Dibayar

Share this article
Aksi penyegelan dilakukan para pekerja lokal dengan cara memarkir alat berat jenis backhoe di pintu masuk lokasi proyek yang berada di Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. (Foto: Gudangberita)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Proyek pembangunan Stasiun Peringatan Dini milik Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) di Kabupaten Natuna terancam mangkrak. Para pekerja menyegel lokasi proyek karena upah mereka dan tagihan material bangunan belum dibayar, meskipun dana proyek disebut telah dicairkan 100 persen.

Aksi penyegelan dilakukan para pekerja lokal dengan cara memarkir alat berat jenis backhoe di pintu masuk lokasi proyek yang berada di Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Proyek ini merupakan bagian dari penguatan sistem keamanan laut nasional yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024 senilai Rp 29,09 miliar.

BACA JUGA:  Bansos dan Hibah Dipelototi KPK, Sekda Natuna Kumpulkan Seluruh Kepala OPD

Kontraktor Pemenang Proyek Diduga Kabur

Pemenang tender proyek dengan kode lelang 89074064 adalah PT Toleransi Aceh, yang memenangkan tender dengan nilai penawaran sebesar Rp 23,46 miliar. Namun, menurut informasi dari para pekerja, perwakilan PT Toleransi Aceh yang berinisial DK telah meninggalkan Natuna dan kini sulit dihubungi. Sementara itu, sejumlah pekerja lainnya juga telah meninggalkan lokasi proyek.

BACA JUGA:  Umur Baru 27 Tahun Tapi Udah Jadi Legenda, Mbappe Bikin Rekor Giroud Berasa Gak Ada Harga Dirinya

LT, salah satu pemasok material bangunan, mengungkapkan bahwa PT Toleransi Aceh memiliki tunggakan sekitar Rp 1,7 miliar terhadap dirinya dan sejumlah rekanan lainnya.