“Yang menyakitkan, kami dapat informasi bahwa dana proyek sudah dicairkan 100 persen. Tapi pembayaran ke pemasok dan pekerja belum selesai. Ini tidak adil,” tegas LT.
Konsultan Pengawas Diduga Tutup Mata
Proyek ini diawasi oleh PT Rancang Semesta Nusantara sebagai konsultan supervisi. LT mempertanyakan peran pengawasan dari konsultan tersebut karena tetap menandatangani dokumen pencairan dana meskipun pekerjaan belum selesai dan kewajiban terhadap para pemasok belum ditunaikan.
“Kami menduga ada permainan dalam proyek ini. Bagaimana mungkin dana bisa cair sepenuhnya padahal proyek belum selesai?” ungkap LT kecewa.
Warung Makan dan Warung Sembako Ikut Merugi
Dampak proyek bermasalah ini juga dirasakan oleh pemilik warung makan dan warung sembako di sekitar lokasi proyek. Mereka mengaku belum dibayar atas konsumsi harian pekerja yang jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah.
Hingga berita ini diturunkan, media masih berupaya menghubungi PT Toleransi Aceh, Bakamla, serta PT Rancang Semesta Nusantara untuk konfirmasi lebih lanjut.












