BatamZona Headline

Buaya Kabur, DPRD Ngamuk: Penangkaran di Batam Disuruh Tutup

852
×

Buaya Kabur, DPRD Ngamuk: Penangkaran di Batam Disuruh Tutup

Share this article
Penangkapan buaya lepas di Batam. (Foto :ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Iman Sutiawan, mendadak geram dan meminta agar penangkaran buaya di Pulau Bulan segera ditutup.

Alasannya, kata Iman karena penangkaran ini dianggap lebih banyak bawa musibah daripada manfaat. Sebelumnya hujan deras dan banjir membuat kolam penangkaran buaya di Pulau Bulan jebol.

“Kami saran ini tutup lebih bagus, ini sudah 36 tahun. Kondisi yang kita lihat sekarang sebenarnya tidak cocok, musibah saja yang ada,” kata Iman, Sabtu (1/2/2024) lalu.

BACA JUGA:  Cek Skincare Anda! Klinik EAC Batam Dilaporkan ke Polda Kepri Terkait Keamanan Produk

Akibatnya, puluhan buaya berhasil kabur, membuat warga sekitar khususnya pulau-pulau kecil sekitarnya yang biasa bekerja sebagai nelayan ketar-ketir tiap kali melihat air beriak. Memang sekitar 60-an ekor sudah tertangkap. Nah, masalahnya beberapa ekor yang dikabarkan masih bebas berkeliaran.

DPRD Kepri pun mendesak pihak perusahaan untuk mencari buaya yang masih lepas dan memastikan jumlah pastinya. “Kalau masih ada satu ekor lagi, tolong dicari dan dihitung beneran, jangan cuma katanya!” tegas Iman.

BACA JUGA:  Polres Natuna Masih Lakukan Penyidikan Mendalam Terkait Kasus Pembobolan Toko Emas Rp4 Miliar

Selain soal buaya lepas, DPRD juga mempertanyakan manfaat penangkaran ini bagi masyarakat. Menurut Iman, keberadaannya tak memberikan keuntungan bagi Provinsi Kepri maupun Kota Batam

“Tak ada pendapatan juga yang dihasilkan dari sini. Kontribusi ke masyarakat tak ada, pajak negara juga tak ada. Jadi saran kita, daripada gini-gini, tutup lebih bagus,” ucapnya.