harris
AnambasNatunaZona Headline

Yakin Pisah dari Kepri? Fakta-fakta Rencana Pemekaran Provinsi Natuna-Anambas

1123
×

Yakin Pisah dari Kepri? Fakta-fakta Rencana Pemekaran Provinsi Natuna-Anambas

Share this article
Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas. (Foto: dok. Pemkab Anambas)
banner 468x60

Semangat Kolektif Bentuk Tim Pemekaran

Ketua Panitia Musyawarah Besar Masyarakat Natuna Anambas Menuju Pembentukan Provinsi, Umar mengatakan, rencana pemekaran itu telah lama muncul. Bahkan, kata Umar, semenjak Natuna menjadi kabupaten pada 1999 lalu. Ketika itu gagasan pemekaran muncul dari invididu maupun tokoh-tokoh.

“Namun sekarang gagasan itu sudah dalam bentuk kolektif, semangat bersama, sehingga muncul lah di Natuna itu namanya tim 9, di Anambas itu ada Panja pemekaran Natuna dan Anambas. Ini artinya gagasan itu bukan milik individu lagi, tapi sudah mengkristal menjadi gagasan kolektif bersama,” kata Umar.

BACA JUGA:  Natuna dan Dilema Laut Indonesia: Mengapa RUU Daerah Kepulauan Jadi Kunci Keadilan Fiskal?

Tim 9 yang dibentuk itu terdiri dari Ketua Lembaga Adat Melayu Natuna; Ketua Majelis Ulama Indonesia Natuna; perwakilan perempuan oleh Ketua GOW (Gabungan Orgnasisasi Wanita) Natuna; perwakilan ormas dan OKP oleh Ketua DPD KNPI Natuna; praktisi hukum; akademisi; perwakilan panitia pemekaran Natuna Barat; hingga perwakilan pemekaran Natuna Selatan.

Sejarah mendorong pemekaran

BACA JUGA:  Nelayan 61 Tahun Hilang Kontak di Perairan Anambas, Tim SAR Gabungan Dikerahkan

Umar menjelaskan sejumlah pertimbangan pihaknya mendorong pemekaran Natuna dan Anambas. Ia mengatakan Natuna memiliki sejarah yang panjang sejak berabad-abad lalu. Pada abad 11, Natuna telah menjadi pusat persinggahan kapal-kapal Sriwijaya, China, hingga Persia.

Sejarah itu, kata Umar, kini tengah diotak-atik oleh negara lain seperti China dengan klaim nine dash line-nya. Dengan nantinya menjadi provinsi, ia menyebut kedudukan Natuna bisa semakin kuat.

“Kalau ini dibiarkan terus tidak diperkuat posisi ini, saya kira turut memberi andil kelemahan untuk NKRI di perbatasan. Itu satu yang menjadi pertimbangan kita kenapa Natuna dan Anambas perlu dimekarkan,” katanya.

BACA JUGA:  Hasil Tangkapan Rusak Akibat Blackout, Nelayan Anambas Labrak Kantor PLN ULP

Alasan lainnya, Natuna, terutama bagian perairan sangat kaya sumber daya mulai dari perikanan hingga migas. Namun ia mengatakan, selama ini kekayaan alam itu tidak diiringi dengan produksi yang besar. Umar mengatakan hal itu dikarenakan kewenangan kabupaten yang amat kecil.