Ia menargetkan Xinyi Group dapat memulai investasi mereka paling lambat semester I-2024. “Itu yang lagi kita kejar. Jadi kita harus cepat-cepat pindahin masyarakatnya, terus mereka mulai persiapan, sambil kita bangun infrastruktur lainnya,” tambahnya.
Pendanaan Infrastruktur dengan Skema KPBU
Menghadapi keterbatasan anggaran, BP Batam berencana menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan infrastruktur di Rempang Eco-City. Total kebutuhan dana diperkirakan mencapai Rp 1,2 triliun.
“Anggaran BP Batam hanya Rp 1 triliun per tahun. Jadi, untuk proyek ini, rencananya menggunakan KPBU. Anggarannya sekitar Rp 1,2 triliun untuk pembangunan jalan. Nanti pembayarannya dicicil setiap tahun,” ujar Fesly.
Proyeksi Rempang Eco-City
Rempang Eco-City dirancang sebagai kawasan terintegrasi yang mencakup industri, jasa, agro-pariwisata, residensial, dan energi hijau. Nilai investasi jangka panjangnya mencapai Rp 381 triliun, dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 306 ribu orang.
Dalam jangka menengah, Xinyi Group menargetkan investasi senilai Rp 165 triliun untuk mengembangkan kawasan seluas 2.000 hektar di Rempang Eco-City. Proyek ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.













