“Jurnalisme dan kebudayaan adalah dua sayap yang membuat bangsa ini bisa terbang lebih tinggi. Mohon doa semoga kami amanah,” ujar Ramon.
Profil Singkat Ramon Damora
Ramon Damora adalah wartawan senior, seniman, budayawan, yang telah menekuni dunia jurnalistik selama hampir tiga dekade. Ia merupakan alumnus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Qasim, Pekanbaru, menjadi penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2017, dan peraih Pers Card Number One (PCNO) PWI tahun 2021.
Sebagai sastrawan, Ramon telah berkiprah hingga ke mancanegara. Tahun 2015, ia diundang membacakan puisi di Leiden University, Belanda, dan menjadi pengajar tamu Bahasa Melayu (program penutur bahasa asli) di Institut National des Langues et Civilisations Orientales (Inalco), Sorbonne, Paris, Perancis.
Puisi-puisinya diterjemahkan ke Bahasa Inggris dalam buku ‘Traversing’ oleh kurator Utan Kayu Litterary Biennale Festivale, Komunitas Salihara, 2009, dan ke dalam Bahasa Perancis oleh Prof Etienne Navieau dalam buku Florilege (Association Franco-Indonessienne, 2016).
Sebagai aktor, peraih Anugerah Jembia Emas 2020 dan Anugerah Batam Madani 2022 ini telah memerankan banyak lakon di panggung teater, televisi dan layar lebar. Bersama Butet Kertaredjasa, alm Djaduk Ferianto, Didik Nini Thowok, Ramon bermain dalam lakon ‘Hikayat Mak Jogi’ tiga malam berturut-turut di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 2011. Ia juga bermain untuk sinetron FTV di RCTI (Dongeng Pasir) dan film layar lebar ‘Mimpi Anak Pulau’ bersama aktor Ray Sahetapy dan Ananda Lontoh.













