“Coba deh untuk pengelola Air Batam Hilir. Semoga tidak menjadi air gilir. Maaf kalau salah pemyampaian. Urusan air menyangkut hajat hidup orang banyak, tertuang dalam UUD 45,” sebutnya.
Sejumlah warga juga mengaku kecewa dengan HM Rudi selaku Kepala BP Batam yang tentu menjadi orang yang paling bertanggungjawab dengan kinerja instansi tersebut.
“Kepada yang terhormat bapak BP BATAM dan WALIKOTA MUHAMMAD RUDI, apakah bapak punya hati nurani melihat masyarakat bapak yg kekeringan air ini,terkhusus nya kami yang tinggal di perumahan putra jaya ini, terkhusus di RW 15 katanya ada 15 mobil tanki perhari, dimana kah mobil tanki nya itu,untuk AirBatam Hilir jangan ada alasan pipa bocor kah,mau pipa bocor mau pipa tidak bocor itu tidak berdampak ke perumahan putra jaya tanjung uncang, intinya air mati untuk perumahan putra jaya,kami ini bayar air pak bkn gratis,” tulis akun facebook Bako Bpk Githa di Grup FB Wajah Batam.
Jeritan-jeritan warga ini menggambarkan ketidakmampuan BP Batam dalam menangani layanan publik seperti air bersih usai diserahterimakan dari PT ATB yang pengalaman mengelola air di Batam. Seja ditangani SPAM Batam dalam hal ini PT Air Batam Hilir perusahaan cangkang PT Moya layanan air bersih makin “tumbang”.













