HukumNusantaraZona Headline

Wanita Pemotong Penis Selingkuhan Divonis Bebas, Ini Pertimbangan Hakim

669
×

Wanita Pemotong Penis Selingkuhan Divonis Bebas, Ini Pertimbangan Hakim

Share this article
AST (28) wanita yang memotong penis selingkuhannya (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Dalam dakwaannya, jaksa menjelaskan peristiwa itu berawal pada 25 Februari 2023 lalu sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, korban Otomasi Gulo dan Siska berangkat dari Kota Padang Sidimpuan menuju Kota Sibolga.

Lalu, keduanya bergerak menuju Hotel Sambas Baru di Jalan Horas, Kota Sibolga untuk menginap.

“Selanjutnya Otomasi Gulo dan Siska beristirahat di dalam kamar dan sekira pukul 18.00 WIB Otomasi Gulo alias Feri Gulo dan terdakwa makan bersama di dalam kamar tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA:  Nekat! Hanya Karena Pepet Motor, Pria di Batam Hajar Korban Secara Membabi Buta

Setelah makan, Otomasi Gulo meletakkan sebuah pisau bermotif keris di atas meja kamar tersebut. Lalu, dia pergi menuju kamar mandi.

Selesai membersihkan badannya, korban keluar dari kamar mandi dengan keadaan telanjang. Setelah itu, korban mengajak Siska untuk berhubungan badan.

Namun, Siska menolak ajakan korban. Saat itu, korban juga mengungkit soal pelaku yang sempat menolak permintaan korban untuk bekerja di sebuah kafe. Siska menolak karena khawatir akan diperlakukan tidak baik di kafe itu.

BACA JUGA:  Cegah Siswa Titipan, Ombudsman "Pelototi" PPDB Kemenag Batam

Lalu, korban mengancam akan menyebarkan video hubungan badan mereka jika Siska tidak menuruti permintaannya.

“Nurut kau sama ku, kalau nggak, ku sebarkan video seks kita,” demikian ucapan Otomasi sebagaimana dalam dakwaan itu.

Setelah itu, Siska menanyakan apakah korban tidak malu menyebar video tersebut. Pasalnya, salah satu video hubungan badan mereka telah dikirim korban ke keluarga Siska.

BACA JUGA:  Dunia Pers Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung

Saat itu, korban mengaku tidak menyesal. Menurutnya, hal itu adalah risiko karena Siska tidak patuh terhadapnya

Kemudian, korban mengambil pisau yang sebelumnya diletakkannya di atas meja. Pisau itu lalu diarahkannya ke arah Siska.

“Kalau kau nggak mau, ku tusuk kau. Lalu terdakwa mengatakan turunkan pisau itu, bahaya,” jelasnya.

Lalu, Siska berdiri dan berusaha merebut pisau tersebut dari tangan korban. Ia juga menendang kelamin korban dengan menggunakan kakinya.