PLN Natuna sendiri berencana menambah dua unit mesin pembangkit. Rencana awalnya 1,5 Mega Watt dari PLN Batam, ditambah satu mesin lagi 1,2 Mega Watt dari PLN di Palembang.
Manager PLN ULP Natuna Boni Sofianto menjelaskan, pihaknya sudah menjadwalkan pergeseran mesin tambahan tersebut ke Natuna dan dilakukan dua tahap.
Untuk mesin pembangkit 1,2 Mega Watt dari PLN Palembang sambungnya, dipastikan sudah mulai beroperasi pada 16 Juni. Sementara mesin pembangkit 1,5 Mega Watt dari Batam pada bulan Juli.
“Timelinenya sudah kami hitung. Jadi tanggal 16 Juni itu mesin tambahan dari Palembang sudah beroperasi, untuk menggantikan mesin yang sudah dalam perawatan sekarang,” jelas Boni usai sejumlah warga mempertanyakan kejelasan berakhirnya pemadaman listrik bergilir di Ranai, Senin (6/6/2023).
Boni menambahkan, penambahan mesin pembangkit yang direncakan keseluruhannya adalah 2,7 Mega Watt.
Daya tersebut sudah melebihi dari kebutuhan listrik saat ini di Ranai, di tambah ketersediaan mesin yang sudah beroperasi saat ini.
“Tambahan mesin pembangkit 2,7 Mega Watt nanti, tentu saja kami punya space daya sekitar 2 Mega Watt sebagai cadangan,” ucapnya.













