Bahkan, warga memprediksi jika solusi tidak segera ditemukan, median jalan tersebut terancam dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab. “Biasanya kalau menyulitkan, median itu bakal dijebol orang. Sudah biasa kayak gitu di Batam,” cetus Agus, warga lainnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Leo Putra, menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan kajian mendalam sejak Senin (26/4).
Penanganan ini, menurut Leo, melibatkan lintas instansi termasuk Satlantas Polresta Barelang dan Deputi Infrastruktur BP Batam.
“Tim sudah turun untuk melihat kondisi lapangan. Hasil kajian awal, ada beberapa opsi penataan, di antaranya pembangunan bundaran atau pemasangan lampu merah (traffic light) di simpang tersebut,” jelas Leo.
Leo menjelaskan bahwa penutupan U-turn tersebut awalnya bertujuan untuk menekan angka kecelakaan akibat maraknya kendaraan yang melawan arah. Namun, ia mengakui munculnya pola pelanggaran baru setelah penutupan menjadi perhatian serius pemerintah.
“Hasil kajian nanti akan dibahas dalam forum. Apakah akan dibuat bundaran atau traffic light, itu yang akan diputuskan segera demi solusi teknis yang lebih tepat,” pungkasnya.‎













