Layanan PublikNatunaZona Headline

Tol Laut di Natuna Dinilai Gagal Tekan Harga Sembako, Muatan Didominasi Agen Besar Bawa Material Bangunan

296
×

Tol Laut di Natuna Dinilai Gagal Tekan Harga Sembako, Muatan Didominasi Agen Besar Bawa Material Bangunan

Share this article
Foto: Dok. Kominfo
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Program Tol Laut yang disubsidi pemerintah pusat untuk menekan disparitas harga kebutuhan pokok di wilayah perbatasan Kabupaten Natuna dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Hingga akhir 2025, biaya hidup di Natuna masih jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Kepulauan Riau maupun Pulau Jawa.

Rahman, warga Ranai, mengungkapkan mahalnya harga makanan sehari-hari di Natuna masih menjadi keluhan utama masyarakat.

BACA JUGA:  Pohon Tumbang di Bandarsyah Natuna Timpa Dua Pelajar, Bhabinkamtibmas dan Warga Gerak Cepat Evakuasi

“Di Batam Rp12 ribu sudah bisa makan. Di Jawa atau Bali Rp10 ribu di warteg. Tapi di Natuna bisa sampai Rp25 ribu,” ujarnya.

Alih-alih menurunkan harga sembako, muatan kapal Tol Laut justru didominasi agen bermodal besar dengan komoditas material bangunan, sehingga tujuan awal program dinilai melenceng dari sasaran.

Berdasarkan data manifes muatan Tol Laut Oktober–November 2025 yang direkap Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Natuna, semen dan material konstruksi menjadi muatan paling dominan. Sementara barang kebutuhan pokok hanya mengisi porsi kecil.

BACA JUGA:  Benarkah Alat Intelijen? Mengenal Spesifikasi PBX Finder yang Mengintai Ketua BEM UGM

“Tol Laut justru lebih menguntungkan pedagang besar. Muatan paling dominan material bangunan, sementara sembako relatif sedikit,” ujar sumber di lingkungan Disperindagkop Natuna.