Layanan PublikNatunaZona Headline

Tol Laut di Natuna Dinilai Gagal Tekan Harga Sembako, Muatan Didominasi Agen Besar Bawa Material Bangunan

316
×

Tol Laut di Natuna Dinilai Gagal Tekan Harga Sembako, Muatan Didominasi Agen Besar Bawa Material Bangunan

Share this article
Foto: Dok. Kominfo
banner 468x60

Barang kebutuhan pokok yang rutin masuk melalui Tol Laut umumnya hanya beras, gula, dan minyak goreng, itupun dalam jumlah terbatas. Minyak goreng sebagian besar dipasok oleh distributor besar, sedangkan tepung terigu hanya untuk kebutuhan usaha tertentu seperti bakery, bukan konsumsi rumah tangga luas.

Sebaliknya, semen dan ayam beku justru menjadi komoditas paling banyak diangkut. Kondisi ini membuat tujuan utama Tol Laut untuk menekan harga sembako di daerah perbatasan tidak tercapai secara optimal.

BACA JUGA:  BPK Bongkar Kebocoran Retribusi di Batam: Ratusan Juta Layanan Sampah Masuk Ke Mana?

Di sisi muatan balik, Natuna sejatinya memiliki potensi besar dari sektor perikanan. Namun keterbatasan kontainer pendingin (reefer container) menjadi kendala serius. Dalam satu kapal Tol Laut, hanya tersedia tujuh kontainer pendingin yang harus dibagi untuk beberapa daerah, termasuk Natuna dan Anambas.

“Natuna ini lumbung ikan, tapi justru kekurangan kontainer pendingin. Akibatnya, potensi muatan balik tidak maksimal,” kata sumber tersebut.

BACA JUGA:  Air Mati Warga Batam Ngamuk, IG Air Batam Hilir Dibatasi Usai Digeruduk Netizen

Selain itu, sistem pemesanan kontainer berbasis daring dinilai tidak fleksibel. Pelaku usaha sering kesulitan mendapatkan jatah kontainer, terutama saat cuaca buruk atau lonjakan muatan.

Sesuai ketentuan Kementerian Perdagangan, harga barang yang diangkut melalui Tol Laut hanya diwajibkan lebih murah dibandingkan kapal swasta, tanpa ketentuan besaran penurunan harga.