Disinggung apakah ada korban jiwa dan berapa kerugian yang ditimbulkan dari kejadian ini, Boy mengaku sejauh ini tidak ada korban jiwa dan untuk kerugian masih dilakukan penghitungan oleh tim dilaoangan.
“Alhamdulillah korban jiwa tidak ada, namun untuk kerugian masih dihitung tim, yang jelas datu rumah roboh dan sejumlah barang tidak berhasil diselamatkan kecuali pakaian yang dikenakan korban,” pungkas Boy.
Sementara itu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Natuna mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait peningkatan intensitas curah hujan dan angin kencang di sekitar wilayah Ranai dan wilayah Bunguran Besar Kabupaten Natuna.
“Kami berharap agar masyarakat dapat lebih peka dalam memperhatikan kondisi cuaca serta selalu memonitor terkait informasi prediksi cuaca BMKG untuk wilayah Kabupaten Natuna,” kata Kepala Basarnas Natuna, Abdul Rahman.
Rahman menyebutkan kejadian ini merupakan hal yang wajar, sebab untuk Natuna dan sekitarnya sudah masuk musim angin utara, yang terjadi setiap tahunnya.
Ditandai dengan intensitas peningkatan curah hujan disertai angin kencang, untuk itu Basarnas Natuna meminta agar masyarakat Natuna selalu waspada, terutama bagi warga yang tinggal disekitar aliran sungai maupun daerah bertebing hingga dataran rendah dan bertebing.













