Gudangberita.co.id, Batam – Aktivis media sosial di Batam, Yusril Koto kembali jadi sorotan publik. Usai bebas dari tahanan pada 25 Oktober 2025, ia membongkar kisah nyata yang jarang terdengar: kehidupan para tahanan di Rutan Kelas II A Batam yang bergulat dengan penyakit kulit menular, yang mereka sebut “Sima”.
Selama empat bulan mendekam di balik jeruji karena kasus pencemaran nama baik di media sosial TikTok, Yusril menyaksikan langsung kondisi memprihatinkan yang dialami penghuni rutan.
“Lebih separuh penghuni di kamar saya, dari 23 tahanan, menderita penyakit kulit yang disebut sima. Luka di kaki sampai badan, seperti macan tutul,” ungkap Yusril dalam video di media sosial, Selasa (28/10/2025).
Menurut Yusril, penyebab utama merebaknya penyakit kulit itu adalah kualitas air dan makanan yang buruk di dalam rutan.
Air untuk mandi dan mencuci, katanya, bukan air bersih dari PDAM, melainkan air sumur bor tanpa pengolahan.
“Airnya keruh, tidak ada water treatment. Kami harus menyerahkan satu bungkus rokok setiap minggu agar bisa mandi di luar kamar mandi,” ujarnya.
Selain air, makanan tahanan juga disorotnya. Menu yang disajikan, katanya, jauh dari kata layak: ikan asin kualitas rendah dan tahu isi kecil yang tak bergizi.












