Melihat penderitaan RAL yang mengalami lebam di mata, bekas sundutan rokok, hingga rambut yang digunting asal-asalan, kemarahan Nur Ayu pun memuncak.
Dari negeri jiran, ia mengutuk keras perbuatan mantan suami dan istri barunya tersebut. Ia secara terbuka memohon kepada aparat kepolisian dan seluruh masyarakat Indonesia untuk mengawal kasus ini.
“Saya minta keadilan untuk anak saya. Tolong bapak dan ibu polisi di sana, hukumlah kedua manusia dajal itu; ibu tiri dan bapak kandungnya! Hukum seberat-beratnya yang bikin anak saya dalam keadaan seperti itu,” tegasnya penuh amarah dan linangan air mata.
Nur Ayu juga menyampaikan pesan terbuka dan memohon dukungan moral serta doa dari publik tanah air untuk kesembuhan buah hatinya yang kini tengah dirawat intensif di RSUD Embung Fatimah.
“Saya minta tolong siapapun di sana, seluruh rakyat Indonesia, mohon doakan anak saya,” pintanya lirih.
Mendengar kabar buruk ini, Nur Ayu menegaskan tidak akan tinggal diam di perantauan. Ia memastikan akan menempuh segala cara agar bisa segera melepaskan pekerjaannya di Malaysia dan bertolak pulang ke Kota Batam demi memeluk dan memperjuangkan hak asuh serta keadilan untuk RAL.
“Saya sekarang sebagai TKI di Malaysia. Saya akan upayakan secepatnya untuk pulang,” pungkasnya.







