Proyek Reklamasi Marina East, Nicoll, dan Long Island
Menurut laporan Majalah Tempo berjudul “Hitung-Hitungan Singapura Membeli Pasir Laut Indonesia,” disebutkan bahwa Singapura merupakan salah satu pasar terbesar untuk pasir laut.
Negara yang sering disebut sebagai kota pulau itu memang membutuhkan pasir dalam jumlah besar.
Selain digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan, pasir juga diperlukan Singapura untuk reklamasi pantai.
Negara tersebut pun terus memperluas daratannya dengan slogan yang terkenal, “More Land, More Homes, More Greenery”.
Pada 2030, kebutuhan lahan di Singapura diperkirakan meningkat dari 71.400 hektare menjadi 76 ribu hektare.
Dikutip dari The Straits Times, Singapura tengah bersiap membangun kembali pantai selatannya dengan garis pantai sepanjang 120 kilometer yang membentang dari Terminal Pasir Panjang hingga Terminal Feri Tanah Merah.
Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, mengumumkan dalam pidato Hari Nasional pada 18 Agustus 2024 bahwa rumah-rumah baru akan dibangun di kawasan tepi laut Marina East, Nicoll, serta di Long Island, lepas pantai timur.
Proyek reklamasi ini akan menciptakan 800 hektare lahan baru, dua kali lipat dari luas Marina Bay.
Megaproyek itu juga diperkirakan memakan waktu puluhan tahun, mirip dengan proyek reklamasi Marina Bay yang dilakukan setelah kemerdekaan Singapura pada 1965.







