SingapuraZona Headline

Singapura Siap Perluas Lagi Daratan Negaranya, Bakal Impor Pasir Laut Indonesia Setelah Dibolehkan Jokowi

426
×

Singapura Siap Perluas Lagi Daratan Negaranya, Bakal Impor Pasir Laut Indonesia Setelah Dibolehkan Jokowi

Share this article
Penambangan pasir laut. (Foto: ilustrasi)
banner 468x60

Proyek Reklamasi Marina East, Nicoll, dan Long Island

Menurut laporan Majalah Tempo berjudul “Hitung-Hitungan Singapura Membeli Pasir Laut Indonesia,” disebutkan bahwa Singapura merupakan salah satu pasar terbesar untuk pasir laut.

Negara yang sering disebut sebagai kota pulau itu memang membutuhkan pasir dalam jumlah besar.

Selain digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan, pasir juga diperlukan Singapura untuk reklamasi pantai.

BACA JUGA:  Imigrasi Karimun Berlakukan Izin Tinggal Darurat Rp0 bagi WNA Terdampak Konflik Timur Tengah

Negara tersebut pun terus memperluas daratannya dengan slogan yang terkenal, “More Land, More Homes, More Greenery”.

Pada 2030, kebutuhan lahan di Singapura diperkirakan meningkat dari 71.400 hektare menjadi 76 ribu hektare.

Dikutip dari The Straits Times, Singapura tengah bersiap membangun kembali pantai selatannya dengan garis pantai sepanjang 120 kilometer yang membentang dari Terminal Pasir Panjang hingga Terminal Feri Tanah Merah.

BACA JUGA:  Dilema Pelabuhan Lama Dabo: Ikon Ekonomi Lingga yang Kini Sekarat dan Terabaikan

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, mengumumkan dalam pidato Hari Nasional pada 18 Agustus 2024 bahwa rumah-rumah baru akan dibangun di kawasan tepi laut Marina East, Nicoll, serta di Long Island, lepas pantai timur.

Proyek reklamasi ini akan menciptakan 800 hektare lahan baru, dua kali lipat dari luas Marina Bay.

Megaproyek itu juga diperkirakan memakan waktu puluhan tahun, mirip dengan proyek reklamasi Marina Bay yang dilakukan setelah kemerdekaan Singapura pada 1965.