“Ditemukan patah tulang lidah akibat kekerasan tumpul pada leher. Pola ini secara medis sangat sesuai dengan kasus pencekikan yang mengakibatkan korban mati lemas,” tegas AKBP Pahala, Jumat (1/5/2026).
Alibi Sang Suami dan Rekam Jejak ‘Istri Keenam’
Fakta medis ini sekaligus meruntuhkan alibi Zakaria alias Jaka, suami korban. Sebelum jasad ditemukan, Jaka sempat berpamitan kepada kakaknya, Nanang, dengan alasan ingin menenangkan diri ke Subang, Jawa Barat. Ia mengklaim Diana sudah berangkat pulang ke kampung halamannya masing-masing.
Namun, “teriakan” dari tulang lidah Diana membongkar semuanya. Diana tidak pergi ke mana-mana; ia dihabisi di rumahnya sendiri.
Kehidupan rumah tangga pasangan ini memang penuh drama. Nanang mengungkapkan fakta pilu bahwa Diana adalah istri keenam Jaka. Lebih mengerikan lagi, Jaka merupakan residivis kasus serupa.
Tahun 2011: Jaka pernah mendekam di penjara karena membunuh istri pertamanya di Batu Berdaun, Lingga.
Kasus Terbaru: Diana, yang sudah tiga kali mencoba kabur namun selalu tertangkap kembali oleh Jaka, akhirnya bernasib sama dengan istri pertama.
Kini, Jaka diketahui telah melarikan diri ke luar pulau. Nanang mengaku sempat berkomunikasi lewat WhatsApp dan meminta adiknya itu menyerahkan diri.













