Menariknya, Kendati BP Batam mengklaim warga sudah mulai membuka diri untuk pindah mendukung Proyek Rempang Eco City, banyak dari mereka yang justru mengatakan sebaliknya.
“Tak ada kaya yang bilang setuju pindah, Kami tetap tak mau tanda tangan, tak mau ganti rugi. Nggak akan kami layi. Syarat keluar HPL yakni ada kesepakatan ganti rugi atau jual beli. Kalau orang nggak mau HPL tak akan keluar,” ujar warga Rempang, yang enggan dipublikasikan nama.













