Sejumlah pemuda memblokade jalan dengan berbagai cara. Mulai dengan melintangkan kontainer, membakar ban hingga menebang pohon-pohon di pinggir jalan.
Warga vs aparat membuat pelajar SD di Rempang harus dievakuasi pulang. Mereka tampak ketakutan dengan bunyi tembakan tembakan gas air mata. Beberapa pelajar hingga ibu-ibu dilaporkan pingsan akibat sesak nafas. Polisi menangkap sejumlah orang yang dicap provokator.
Pelajar dan guru sesak nafas akibat gas air mata
Sebanyak 10 siswa SMP dan satu guru SD dilaporkan dibawa ke RS Embung Fatimah karena mengalami sesak nafas akibat gas air mata.
Kabiro Humas BP Batam, Arsiatuty Sirait mengatakan pihaknya masih menginvestigasi hal itu. Ia mengatakan aparat menembakkan gas air mata karena mendapat perlawanan massa warga Rempang.
Terkait pelajar dan guru yang mengalami sesak nafas menurutnya sudah ditangani pihak rumah sakit.
“Mereka dalam keadaan baik dan sudah dipulangkan dari rumah sakit. Biaya perawatan ditanggung BP Batam,” ucapnya













