Gudangberita.co.id, Batam — Pemulihan distribusi air bersih di Kota Batam pascapemadaman listrik massal pada Senin (12/10/2026) terus menunjukkan progres positif. Hingga Selasa (13/10/2026) pukul 10.00 WIB, pasokan air untuk sekitar 80 persen area pelanggan tercatat mulai kembali mengalir secara bertahap.
Meski sebagian besar Instalasi Pengolahan Air (IPA) utama—seperti IPA Duriangkang 1–4, Muka Kuning, Tanjung Piayu, Tembesi, Sei Ladi, dan Sei Harapan—sudah kembali beroperasi dengan kapasitas 100 persen, proses penormalan penuh diproyeksikan memakan waktu hingga 2 x 24 jam.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa pulihnya operasional pabrik pengolahan air tidak serta-merta membuat kran di rumah warga langsung menyembur deras.

Pengisian Bertahap: Jaringan perpipaan butuh waktu untuk terisi penuh guna menstabilkan tekanan dan volume air sekaligus mencegah risiko pipa pecah akibat lonjakan tekanan mendadak.
Wilayah Ujung & Dataran Tinggi: Pelanggan yang berada di area ujung perpipaan serta dataran tinggi (seperti Sagulung, Batu Aji, dan Marina) membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.
Gangguan Listrik Susulan: Pada Selasa pagi pukul 09.29 WIB, pemadaman listrik PLN kembali melanda dan menghentikan sementara operasional IPA Duriangkang 5 serta tangki ozon di Seraya.














