Lima prioritas pembangunan Batam tahun depan antara lain:
- Peningkatan kualitas SDM unggul dan berdaya saing.
- Pembangunan infrastruktur perkotaan modern, merata, dan berkelanjutan.
- Pemerataan kesejahteraan dan pembangunan ekonomi.
- Reformasi birokrasi untuk peningkatan pelayanan publik.
- Peningkatan daya saing daerah.
“Pembahasan KUA-PPAS berjalan dinamis, kadang alot, tapi semua demi terwujudnya penganggaran yang transparan, efisien, dan berpihak pada masyarakat,” kata Mustofa.
Anggaran Rp4,73 Triliun
KUA-PPAS Batam 2026 ditetapkan sebesar Rp4,73 triliun.l, dengan rinciannya pendapatan daerah sebesar Rp4,62 triliun yang terdiri dari PAD naik menjadi Rp2,58 triliun, Transfer pusat turun menjadi Rp2,04 triliun dan Lain-lain pendapatan sah Rp166 miliar.
Sementara dari sektor belanja daerah ditetapkan Rp4,73 triliun dutambah Pembiayaan daerah (SILPA): Rp115,5 miliar.
Dari sisi alokasi belanja ini, anggaran pendidikan mencapai 26,3% (di atas batas minimal 20%), sementara anggaran infrastruktur pelayanan publik baru 31,7% dan ditargetkan naik hingga 40% pada 2027. Sedangkan Belanja pegawai masih di angka 37,5%, melebihi batas maksimal 30%.
Program Strategis: UPTD Sampah, Riset PAD, hingga Pasar Kaget
Sejumlah rekomendasi penting dari pembahasan KUA-PPAS 2026 di antaranya:
- Pembentukan UPTD Persampahan 2026 untuk pengelolaan sampah lebih optimal.
- Riset BRIDA terkait pajak PBB, parkir tepi jalan, hotel, restoran, dan pasar pemerintah.
- Penataan pasar kaget agar berkontribusi pada PAD.
- Optimalisasi sektor pariwisata lewat event budaya.
- Program pinjaman tanpa agunan Rp20 juta untuk UMKM.
- Peningkatan penyerapan tenaga kerja lewat link and match pelatihan Disnaker.
- Pemanfaatan aset pemerintah untuk ketahanan pangan dengan lahan pertanian produktif.
- Pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan stikerisasi penerima bansos.
Fraksi-fraksi Serahkan Laporan Reses
Dalam paripurna ini, sejumlah fraksi DPRD Batam juga menyerahkan laporan reses secara tertulis, di antaranya Fraksi Gerindra oleh Banyu Ari Nopianto, FPDI-P oleh Tappis, Dabal Siahaan, FGolkar (Jimmi Siburian), FPKS (Warya Burhanudin), FPKB (Hendrik), Fraksi PAN-Demokrat-PPP (Hery Herlangga), serta Fraksi Hanura-PSI-PKN (Ruslan Sinaga).













