“Ini bukan persoalan ringan. Kami sedang fokus menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk dari sektor pajak dan retribusi yang belum tergarap optimal, seperti retribusi pedagang di bahu jalan dan provider jaringan,” jelas Lis.
Lis berharap PWI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang mampu membangun pemahaman masyarakat terhadap dinamika pembangunan.
“Kami berharap rekan-rekan wartawan membantu menjelaskan persoalan yang tengah dihadapi pemerintah agar masyarakat tidak salah persepsi,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas jurnalisme di daerah.
“Ke depan, kita dorong agar wartawan yang belum tersertifikasi bisa difasilitasi, agar pemberitaan yang disampaikan lebih edukatif dan terpercaya,” ucapnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap insan pers, Lis menyampaikan rencana pemerintah kota untuk menggelar coffee morning rutin bersama wartawan serta menyediakan media center khusus di lingkungan Pemko Tanjungpinang melalui Diskominfo.
Audiensi ini turut dihadiri oleh Wakil Sekretaris II PWI Kepri, Aji Anugraha; Bendahara PWI Kepri, Nizamul Akhyar; serta pengurus PWI Tanjungpinang dan para staf ahli Pemkot Tanjungpinang, antara lain Marzul Hendri, Muhammad Yatim, Tamrin Dahlan, dan Yoni Fadli.













