Jika Terminal 2 rampung, Bandara Hang Nadim akan memiliki terminal berstandar internasional yang meningkatkan: kapasitas penumpang, kualitas layanan, konektivitas wilayah Batam, daya saing kawasan KEK, potensi investasi asing, termasuk oleh IIAC Korea Selatan yang merupakan bagian dari konsorsium pemegang saham PT BIB.
Ombudsman bahkan menyarankan opsi investor swasta non-BUMN dibuka jika proyek membutuhkan dukungan finansial tambahan.
“Prospeknya sangat baik. Jika BUMN kesulitan, harus dibuka pintu bagi investor yang lebih siap,” kata Lagat.
Dengan target kontraktor baru masuk awal 2026, percepatan proyek akan menjadi penilaian publik bahkan penentu masa depan KEK Bandara Hang Nadim.













