Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Samsul Bahri, mengatakan penghargaan ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola keberlanjutan.
“Penghargaan ini menunjukkan bahwa PLN Batam serius mengelola aspek keberlanjutan, khususnya dalam pengembangan SDM yang produktif, inklusif, dan adaptif. Kami akan terus meningkatkan kualitas pengungkapan dan implementasi ESG di seluruh lini perusahaan,” ujar Samsul.
Dalam acara tersebut, Chairman Board of Trustee NCCR, Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro, menyampaikan pentingnya harmonisasi standar pelaporan keberlanjutan secara global. Ia menyoroti perkembangan regulasi internasional seperti IFRS S1–S2, TCFD, dan ASEAN Taxonomy yang menuntut laporan semakin terukur, kredibel, dan dapat diperbandingkan.
“Data yang kuat akan menjadi alat strategis untuk menghadapi transisi ekonomi dan tantangan keberlanjutan,” tegas Bambang dalam keynote speech virtual.
Sementara itu, Ketua Komite Juri ASRRAT 2025, Prof. Dr. Sylvia Veronica Siregar, menilai kualitas laporan keberlanjutan seluruh peserta meningkat signifikan. ASRRAT, kata dia, bukan mencari juara, tetapi mendorong perusahaan konsisten memperbaiki tata kelola dan transparansi.
Ia juga mengapresiasi 16 peserta baru, termasuk PLN Batam, yang menunjukkan tren positif perluasan adopsi pelaporan keberlanjutan di Indonesia.













