“Sekarang ini sanksi sosial jauh lebih terasa dibandingkan sanksi administratif. ASN harus sadar bahwa sikap dan perilaku mereka menjadi contoh,” katanya.
Meski menyampaikan peringatan keras, Amsakar tetap mengapresiasi kinerja jajaran Pemko Batam, khususnya dalam penanganan sampah dan pengurangan titik-titik banjir.
“Terima kasih kepada camat, Dinas Bina Marga, dan tim teknis lainnya. Dengan kerja bersama, beberapa titik banjir mulai bisa diurai, meskipun tantangan masih ada,” ungkapnya.
Memasuki tahun kerja 2026, Amsakar meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menghentikan ego sektoral dan bekerja secara kolaboratif.
“Tidak boleh ada dinas yang merasa lebih penting dari yang lain. Semua harus bergerak sebagai satu tim,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan percepatan proses tender proyek infrastruktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Penataan sumber daya manusia serta pembenahan manajemen persampahan disebut sebagai pekerjaan rumah yang harus segera dirampungkan.
Apel gabungan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra dan Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah. Pada kesempatan itu, Amsakar bersama Wakil Wali Kota menyerahkan penghargaan kepada ASN Berprestasi, Berakhlak, dan Terdisiplin, serta tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya bagi pegawai dengan masa bakti 10, 20, dan 30 tahun.













