Operasi SAR ini berjalan di bawah kondisi cuaca hujan dengan suhu 28°C dan kecepatan angin mencapai 10 knot dari arah Barat Daya. Penanganan darurat ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari Kantor SAR Natuna, Polsek dan Koramil Bunguran Barat, Puskesmas Bunguran Tengah, aparatur desa, hingga masyarakat setempat.
Atas musibah yang menimpa korban, pihak Kantor SAR Natuna menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Abdul Rahman juga mengapresiasi gerak cepat masyarakat dan seluruh unsur SAR dalam proses evakuasi.
Di sisi lain, insiden ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat pesisir dan nelayan di Kabupaten Natuna untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang dinamis.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera menghentikan seluruh aktivitas di sungai, laut, maupun area terbuka apabila muncul tanda-tanda cuaca ekstrem. Jangan memaksakan diri demi menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan jiwa,” tegas Abdul Rahman.













