Plt Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, memaparkan data agregat pembiayaan korporasinya yang secara nasional telah menyalurkan modal ke sektor UMKM hingga mencapai Rp13,3 triliun. Khusus untuk konstelasi ekonomi Kota Batam, tren penyaluran modal menunjukkan grafik yang positif:
Realisasi Pembiayaan 2025: Menembus angka Rp56 miliar.
Realisasi Pembiayaan 2026 (Per April): Sudah menyentuh Rp16 milar.
“Kolaborasi melalui program subsidi margin bersama Pemko Batam ini kami optimis akan mempercepat penetrasi akses pembiayaan sekaligus memperkuat daya tahan usaha masyarakat,” ungkap Helwin.
Meskipun memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, Amsakar Achmad menggarisbawahi bahwa pelaku UMKM di Batam masih harus berhadapan dengan sejumlah rapor merah yang menghambat mereka untuk “naik kelas”.
Pemerintah memetakan sedikitnya ada 5 persoalan utama UMKM yang wajib diintervensi secara keroyokan melalui kolaborasi lintas sektor:
Kualitas SDM: Peningkatan kompetensi dan mindset bisnis pelaku usaha.
Manajemen Usaha: Tata kelola keuangan dan administrasi bisnis yang lebih rapi/bankable.
Kemasan Produk (Packaging): Standardisasi kemasan agar memiliki nilai jual tinggi di pasar modern.













