harris
PendidikanZona Headline

Pembatasan Medsos Anak: Antara Proteksi Negara dan Tanggung Jawab Literasi yang Terabaikan

83
×

Pembatasan Medsos Anak: Antara Proteksi Negara dan Tanggung Jawab Literasi yang Terabaikan

Share this article
Ketua Pengurus Wilayah Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) Kepulauan Riau, Harken
banner 468x60

Di sisi lain, anak-anak juga perlu diberikan ruang untuk berkembang secara kreatif. Media sosial, jika digunakan dengan bijak, sebenarnya dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan ide, berbagi pengetahuan, dan membangun jejaring positif. Oleh karena itu, pendekatan yang diambil tidak boleh mematikan potensi tersebut.

“Kita harus jujur bahwa dunia digital juga membuka banyak peluang. Banyak anak muda yang belajar, berkarya, bahkan berprestasi melalui media sosial. Jangan sampai kebijakan ini justru mematikan potensi itu,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pemko Batam Bagikan 52 Ribu Seragam Sekolah Gratis SD-SMP 2026, Cek Jadwal Distribusinya

Dengan demikian, pembatasan media sosial seharusnya tidak dipahami sebagai larangan mutlak, tetapi sebagai bagian dari strategi yang lebih besar dalam membangun literasi digital yang sehat. Regulasi perlu berjalan beriringan dengan edukasi, fasilitasi, dan pemberdayaan.

Harken menegaskan bahwa kebijakan ini akan diuji bukan pada seberapa ketat aturan yang dibuat, tetapi pada seberapa besar dampaknya terhadap peningkatan kualitas literasi generasi muda.

BACA JUGA:  Gambut Singkep Barat Masih Membara, Bahaya Terselubung Ini Berada 500 Meter dari Rumah Warga

“Ini bukan soal membatasi anak dari dunia digital, tetapi bagaimana memastikan mereka siap dan cakap menghadapinya. Negara harus memilih: ingin melahirkan generasi yang dikendalikan, atau generasi yang tercerahkan,” tegasnya.