PendidikanZona Headline

Pembatasan Medsos Anak: Antara Proteksi Negara dan Tanggung Jawab Literasi yang Terabaikan

65
×

Pembatasan Medsos Anak: Antara Proteksi Negara dan Tanggung Jawab Literasi yang Terabaikan

Share this article
Ketua Pengurus Wilayah Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) Kepulauan Riau, Harken
banner 468x60

Pada akhirnya, masa depan literasi di Kepulauan Riau—dan Indonesia secara umum—akan sangat ditentukan oleh keberanian semua pihak untuk bergerak melampaui pendekatan yang serba instan. Pembatasan bisa menjadi awal, tetapi bukan akhir. Yang dibutuhkan adalah komitmen jangka panjang, keberpihakan kebijakan, serta kerja kolektif yang berkelanjutan.

Jika momentum ini mampu dimanfaatkan dengan baik, maka pembatasan media sosial tidak hanya menjadi instrumen perlindungan, tetapi juga menjadi titik balik bagi kebangkitan literasi anak muda. Sebaliknya, jika tidak dikelola dengan serius, kebijakan ini berisiko menjadi catatan panjang dalam daftar kebijakan yang gagal menjawab tantangan zaman.

BACA JUGA:  Krisis BBM di Dabo Singkep Meluas: SPBU Tutup, Pengecer Diduga Timbun Stok hingga Warga 'Berburu' di Medsos

Di tengah derasnya arus informasi global, satu hal yang pasti: masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang paling banyak mengakses informasi, tetapi oleh mereka yang paling mampu memahami dan mengelolanya. Dan disitulah literasi menemukan relevansinya yang paling mendasar.