Begitu pula transportasinya, yakni kapal feri, akan diminta kepada pemilik kapal dan operator untuk membuatnya lebih nyaman. Sebab, pelabuhan adalah wajah depan sebuah kota di kepulauan.
“Jika moda transportasinya sudah nyaman, bersih, AC dingin, serta penumpang tidak dicampur dengan barang yang beraroma menyengat, maka orang akan makin banyak datang ke Tanjungpinang. Wisatawan dari Batam pun akan sering ke Tanjungpinang untuk mencari tempat-tempat wisata baru,” kata Candra.
Berikutnya adalah jalan dari pelabuhan ke kota, juga akan dibenahi dan dirapikan agar warga ibukota dan pendatang semakin nyaman menggunakannya.
“Tentu saja tidak akan sama persis dengan jalan-jalan di Batam yang sudah dilebarkan Pak Rudi menjadi 5 lajur di setiap jalurnya. Sesuai kebutuhan saja. Penduduk Tanjungpinang yang hanya 204 ribu tak memerlukan jalan sampai lima lajur seperti Batam,” tutup Candra, mengutip HM Rudi.













