Hot NewsNatunaWisataZona Headline

Pelimpak, Denyut Dagang Dua Negara: Bendera Malaysia Pernah Berkibar di Serasan

130
×

Pelimpak, Denyut Dagang Dua Negara: Bendera Malaysia Pernah Berkibar di Serasan

Share this article
Pelantar Pelimpak laut di Serasan. (Foto: Aulia Rahman)
banner 468x60

Dagang Lintas Batas yang Tak Pernah Tidur

Sejak PLBN dibuka, denyut ekonomi Serasan bertalu lebih deras. Motor kargo dari Sematan membawa barang-barang yang tak mudah ditemukan di pulau. Warga menunggu, pedagang menghitung, dan nelayan menjual hasil lautnya dengan harga lebih tinggi. Ikan Kerapu merah bisa sampai 19 Ringgit Malaysia per kilo. Masa depan yang lebih terang.

BACA JUGA:  Update Tragedi Kereta Bekasi: 5 Orang Meninggal Dunia, 79 Luka-luka, Ini Daftar Identitas Korban

Tapi pelantar ini juga tahu sisi lain dari hidup perbatasan, harga yang tiba-tiba jatuh, stok minyak yang habis, hingga kisah lama warga yang pernah membawa telur penyu ke luar pulau demi bertahan hidup.

“Itu dulu… sekarang sudah berubah,” kata seorang pedagang sambil memandangi laut, seakan memeriksa apakah masa lalunya masih mengintip dari balik ombak.

BACA JUGA:  Video:Langit Natuna Diterjang Pecahan Sampah Antariksa?

Ketika batas menjadi luka, sekitar 2010 silam, Serasan diguncang peristiwa yang membelah perasaan warga. Kepala Desa dan Camat ditahan karena mengibarkan bendera Malaysia dalam sebuah acara kampung. Laut yang dulu menjadi jalan sunyi persaudaraan tiba-tiba berubah menjadi garis tipis yang harus dipatuhi. Peristiwa itu meninggalkan bekas.

“Kami hidup dekat, tapi dipisah garis. Sejak kejadian itu, Serasan mulai diperhatikan,” kata Heri.

BACA JUGA:  Batam Darurat Tata Ruang Perumahan: DPRD Bongkar Ketidakkonsistenan Izin Bangunan

Sebagian warga merasa dicurigai, sebagian lain merasa kehilangan ruang untuk bernapas. Identitas warga perbatasan adalah persilangan, Indonesia di dokumen, tapi Malaysia begitu dekat dalam keseharian.