Gudangberita.co.id, Batam – Ketegangan antara warga dan pengembang mencuat di kawasan Perumahan The Icon Central, Batam Centre. Kekesalan warga memuncak setelah belasan penghuni memasang spanduk protes di sejumlah titik strategis, Sabtu (11/1/2026), sebagai bentuk penolakan terhadap tarif Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) yang dinilai terlalu tinggi serta rencana pembangunan homestay di dalam lingkungan perumahan.
Dua spanduk berukuran besar terlihat mencolok di gerbang utama dan area yang disebut-sebut akan dijadikan homestay. Tulisan bernada keras terpampang jelas: “Warga Menolak Homestay di Lingkungan The Icon! Turunkan IPL yang Mencekik!” dan “Tolong Jaga Kenyamanan Warga, Tolak Homestay, IPL Harus Adil.”
Pantauan di lapangan menunjukkan, spanduk dipasang tepat di depan deretan rumah yang dikabarkan akan dialihfungsikan menjadi homestay oleh pengembang, Central Group.
Menurut Yeni, salah satu warga, aksi ini bukan dilakukan secara spontan, melainkan setelah upaya dialog berulang kali tidak mendapat respons memadai dari manajemen.
“Jangan dikira kami akan menyerah menyuarakan suara kami. Kami tidak akan berhenti sampai manajemen menunjukkan iktikad baik menemui warga,” tegas Yeni.
IPL Tembus Rp1 Juta per Bulan








