Meski keluarga sudah menugaskan seseorang untuk menjaga di ruang rawat inap, korban menolak dan meminta agar dirinya ditinggalkan sendirian.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif korban. Jenazah J telah dievakuasi ke instalasi pemulasaraan jenazah RSUD Muhammad Sani untuk dilakukan visum et revertum.
AKP Kaban menambahkan, dugaan sementara korban mengakhiri hidup akibat depresi yang dipicu sakit berkepanjangan.
“Motif masih kami dalami. Namun dugaan sementara karena korban mengalami sakit dan tekanan psikis,” tegasnya.













