BatamKepriZona Headline

Ombudsman Kepri Bongkar Fakta di Balik Layanan Autogate Imigrasi Batam

667
×

Ombudsman Kepri Bongkar Fakta di Balik Layanan Autogate Imigrasi Batam

Share this article
Ombudsman Kepri meninjau layanan autogate imigrasi di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre. (Foto. Ist)
banner 468x60

“Jika ada orang yang masuk dalam daftar tersebut, sistem akan mendeteksi dengan akurasi 80-90%. Data ini dapat langsung diakses oleh petugas imigrasi di loket autogate maupun di control room,” jelas Lagat.

Penyelesaian Kendala dengan Imigresen Malaysia

Ombudsman Kepri juga menyoroti adanya kasus warga Batam yang ditolak masuk oleh otoritas Imigresen Malaysia di Johor setelah menggunakan autogate di Batam. Berdasarkan informasi dari agen kapal Pintas Samudera Ferry, beberapa pengguna mengalami penolakan karena data perlintasan mereka tidak ditemukan dalam sistem Imigresen Malaysia.

BACA JUGA:  Imicare, Wujud Pelayanan Humanis Imigrasi Batam di Situasi Darurat

Menanggapi hal ini, Hajar Aswad menjelaskan bahwa sejak Oktober 2024, pihaknya telah berkoordinasi dengan Imigresen Malaysia untuk menyinkronkan sistem perlintasan kedua negara.

“Sejak November 2024, permasalahan ini telah diselesaikan, sehingga pengguna autogate kini dapat melakukan perjalanan Batam-Johor tanpa kendala,” ungkapnya.

Ombudsman Kepri menyambut baik modernisasi layanan keimigrasian melalui autogate, tetapi menekankan pentingnya sosialisasi lebih luas kepada masyarakat serta pengelolaan layanan pengaduan secara efektif.

BACA JUGA:  Jasad Nusyirwan Ditemukan 3 Hari Setelah Terjun dari Jembatan 5 Barelang, Operasi SAR Ditutup

“Layanan autogate mencerminkan Indonesia sebagai negara dengan teknologi maju. Oleh karena itu, pastikan masyarakat mendapat informasi yang cukup agar tidak ada kesalahpahaman yang dapat mencoreng citra baik Indonesia dan Batam sebagai destinasi wisata,” tutup Lagat.