“New Nagoya dirancang dengan jalur pedestrian sepanjang kurang lebih 4,7 kilometer yang terintegrasi dari Pelabuhan Harbour Bay hingga kawasan pusat perbelanjaan Nagoya. Ini untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai pusat wisata dan ekonomi,” ujarnya.
Kawasan ini akan terhubung mulai dari Pelabuhan Harbour Bay sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia, hingga Nagoya City Walk, Grand Batam Mall, dan kawasan Jalan Taman Kota yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Pakuwon Mall.
Dukungan terhadap pengembangan New Nagoya juga datang dari Wakil Menteri Koperasi dan UMKM RI, Helvi Yuvi Moraza, yang menilai konsep baru ini membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk kembali tumbuh di kawasan Nagoya.
“Kami berharap upaya mengembalikan Nagoya sebagai ikon wisata belanja Batam dapat terwujud, sekaligus memperkuat peran UMKM dalam pembangunan ekonomi daerah,” kata Helvi saat meninjau kawasan Jodoh Boulevard.
Meski demikian, BP Batam menegaskan bahwa pengembangan New Nagoya bukan berarti meniadakan sejarah Old Nagoya. Sebaliknya, konsep baru ini justru berupaya melestarikan nilai-nilai budaya dan jejak kehidupan masa lalu Batam, khususnya di kawasan Jodoh Boulevard, yang selama ini menjadi denyut utama aktivitas perdagangan.













