Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Misbachul Munir, mengonfirmasi bahwa penyiagaan pasukan gabungan di lokasi ditujukan untuk mencegah timbulnya tindakan anarkis sekaligus memfasilitasi dialog antara warga yang emosi dengan manajemen PLN.
“Polri hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan memastikan situasi tetap kondusif. Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Karena itu, kami mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi yang baik, serta mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban,” ujar AKBP Misbachul Munir.
Sinergi TNI-Polri di lapangan berhasil meredam potensi ketegangan tinggi, dengan memastikan setiap tuntutan nelayan terkait kerugian material dapat disalurkan secara tertib.
Di tengah kepungan massa, aparat berupaya membuka ruang komunikasi agar pihak PLN ULP Anambas segera memberikan klarifikasi serta langkah konkret terkait kepastian pemulihan listrik dan dampak kerugian para nelayan.
AKBP Misbachul Munir menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kamtibmas dengan memprioritaskan musyawarah.
“Prinsip kami adalah Polisi Bersama Masyarakat. Kami ingin setiap persoalan dapat dikomunikasikan dengan baik dan disikapi secara bijak. Kami mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang, menjaga situasi tetap damai, serta mengedepankan dialog dalam mencari solusi,” pungkasnya.














