Sebagai Ketua Delegasi Indonesia, Cen turut menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama pengadaan radar MMS-2 di pabrik Leonardo GmbH, Jerman — produsen radar berteknologi tinggi yang menjadi mitra PT LEN Industri (Persero) dan BMKG.
Penandatanganan ini merupakan bagian dari Factory Acceptance Test (FAT), untuk memastikan sistem radar memenuhi standar sebelum dikirim ke Indonesia. Pemasangan radar dijadwalkan awal Januari 2026, dengan total nilai proyek mencapai Rp 2 triliun, yang dibiayai melalui pinjaman luar negeri (loan) dari Pemerintah Prancis.
Delegasi Indonesia terdiri dari pejabat BMKG, PT LEN Industri, serta tim teknis proyek MMS-2. Dari pihak Leonardo GmbH, hadir langsung COO Andre Weipert dan Project Manager Tobias Bogdan.
Cen menegaskan, radar MMS-2 tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantau cuaca, tapi juga bagian dari infrastruktur strategis pertahanan negara.
“Radar ini memperkuat sistem meteorologi nasional sekaligus menjadi bagian penting dari sistem keamanan di kawasan perbatasan utara NKRI,” jelasnya.
Radar MMS-2 mampu mendeteksi curah hujan, badai, petir, dan awan konvektif secara real-time dengan jangkauan hingga 480 kilometer. Sistem ini menggunakan teknologi Doppler C-Band dan dual polarization, serta terintegrasi dengan jaringan satelit nasional untuk mendukung peringatan dini cuaca ekstrem.













