Kepada PLN Batam, saya berharap peristiwa ini menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pengamanan, memastikan SOP dijalankan secara konsisten, dan menyampaikan langkah-langkah perbaikan kepada masyarakat. Harapan ini bukan untuk menafikan kerja keras para petugas, melainkan agar pelayanan kelistrikan semakin andal dan risiko serupa dapat dicegah.
Kepada penyidik, kita berharap proses hukum berjalan profesional dan berlandaskan bukti. Kepada pers, jangan berhenti bertanya hanya karena lampu telah kembali menyala. Dan kepada masyarakat, mari kita mengikuti perkembangan perkara ini tanpa mendahului kesimpulan hukum.
Akhirnya, saya kembali kepada monyet itu.
Monyet, maafkanlah kami.
Maafkan manusia yang masih harus belajar bahwa teknologi membutuhkan disiplin, kekuasaan membutuhkan tanggung jawab, dan setiap sistem keselamatan harus diuji bukan hanya ketika semuanya berjalan baik, tetapi juga ketika sesuatu yang tidak diharapkan terjadi.
Permintaan maaf ini bukan pembebasan bagi siapa pun. Ia adalah pengingat bahwa persoalan blackout harus dituntaskan melalui fakta, evaluasi, dan proses hukum yang adil.
Sebab, monyet mungkin menjadi bagian dari awal cerita. Tetapi masa depan keandalan listrik Batam ditentukan oleh bagaimana manusia memahami peristiwa ini dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki.








