Pertanyaan itu bukan tuduhan kepada PLN Batam. Ini adalah bagian dari kepentingan publik untuk memahami apa yang terjadi pada infrastruktur yang menopang kehidupan mereka.
Saya memahami bahwa menjaga keandalan sistem kelistrikan bukan pekerjaan mudah. Ada petugas yang berjaga, teknisi yang bekerja dalam risiko, dan tim yang berupaya memulihkan pasokan setelah gangguan. Kerja keras mereka patut dihargai. Upaya pemulihan listrik tidak boleh diabaikan hanya karena masyarakat masih membutuhkan penjelasan mengenai penyebab peristiwa tersebut.
Namun, apresiasi dan evaluasi dapat berjalan beriringan. Menghargai kerja petugas tidak berarti menghentikan pertanyaan. Sebaliknya, evaluasi yang terbuka justru dapat menjadi jalan untuk memperkuat keselamatan, memperbaiki sistem, dan memulihkan kepercayaan masyarakat.
Dalam infrastruktur vital, SOP bukan sekadar dokumen administrasi. Ia merupakan pedoman untuk mengantisipasi risiko, termasuk risiko yang tampaknya sepele tetapi berpotensi membawa dampak besar. Pagar pengaman dan sistem proteksi bukan hanya perangkat teknis, melainkan bagian dari upaya melindungi manusia, lingkungan, dan keberlangsungan pelayanan publik.
Di sinilah ironi seekor monyet itu terasa. Ia tidak pernah membaca SOP, tidak mengetahui batas wilayah berbahaya, dan tidak memahami akibat tindakannya. Ia juga tidak memiliki juru bicara untuk menjelaskan mengapa ia berada di sekitar instalasi tersebut.








